JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya. Uniknya, agenda nasional yang berlangsung selama tiga hari dari Jumat hingga Ahad ini dikemas berbeda karena dibingkai langsung dengan pagelaran dan kreasi seni.
“Ini merupakan kegiatan rapat kerja nasional yang dikemas, dibingkai dengan pagelaran seni dan juga sekaligus dengan kreasi-kreasi seni. Ini yang kita lakukan dalam rangka pengembangan seni budaya,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi acara.
Selain menjadi wadah konsolidasi organisasi, Rakernas ini fokus membahas strategi dakwah kultural. Muhammadiyah ingin memanfaatkan media seni agar pesan-pesan dakwah bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat dengan cara yang lebih cair dan inklusif.
“Akan dibahas tentang dakwah kultural dengan menggunakan media seni, sehingga dengan langkah-langkah itu, pesan-pesan dakwah bisa tersampaikan kepada masyarakat luas,” tambahnya.
Dihadiri Seniman hingga Tokoh Nasional
Agenda besar ini diikuti oleh seluruh elemen penting persyarikatan dan para pelaku seni tanah air. Pertemuan intensif ini dijadwalkan bergulir maraton dari pagi hingga malam demi merumuskan program kerja yang matang.
“Yang hadir: Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Lembaga Seni Budaya dari berbagai daerah dan wilayah, kemudian pimpinan-pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, serta tokoh-tokoh seniman dan budayawan yang hadir dalam acara Rakernas,” jelasnya merincikan daftar peserta.
Sinergi dengan Pemerintah
Demi memperluas dampak gerakan, Muhammadiyah tidak berjalan sendiri. Mereka memastikan adanya kolaborasi dan kerja sama strategis dengan pihak pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Ada kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan dan juga Pemprov DKI. Pemprov DKI kita sudah lakukan juga kerja sama, dan kemudian dengan Menteri Kebudayaan, nanti banyak hal-hal yang bisa kita sinergikan,” ungkapnya terkait kolaborasi tersebut.
Melalui Rakernas ini, Muhammadiyah berharap dapat melahirkan rekomendasi yang konkret untuk kemajuan kebudayaan bangsa. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah bahwa perjuangan mereka tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi semata.
“Harapan kami tentu kita ingin melahirkan rekomendasi-rekomendasi dari pertemuan ini yang bisa mengantarkan pesan-pesan budaya kepada seluruh masyarakat Indonesia. Muhammadiyah dengan misinya, tidak hanya mengembangkan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sebagainya, tapi juga mengembangkan budaya,” pungkasnya menutup wawancara.